Logoterapi

Viktor_Frankl2

Tokoh logoterapi adalah Viktor Emil Frankl. Ia menekankan pentingnya kemauan akan arti. manusia harus dapat menemukan makna hidupnya sendiri kemudian manusia harus mencoba untuk memenuhinya. Menurut Frank, kehidupan mempunyai makna dan harus dijalani. Prinsip utama dari logoterapi ini adalah mencari makna dalam hidup. Sedangkan konsep dasar logoterapi adalah kebebasan, berkeinginan, keinginan akan makna, dan makna hidup. Mungkin kita bingung dengan kata logoterapi. Kata logo berasal dari bahasa Yunani yaitu lohos yang berarti makna dan juga rohani. sedangkan terapi berasal dari bahasa inggris therapy yang memiliki arti penggunaan teknik untuk menyembuhkan dan mengurangi atau meringankan suatu penyakit. Jadi dapat disimpulkan bahwa logoterapi adalah penggunaan teknik-teknik menyembuhkan dan mengurangi atau meringankan suatu penyakit melalui penemuan makna hidup.

Menurut Frankl yang paling dicari dan diinginkan manusia dalam hidupya adalah makna yang bisa didapat melalui pengalaman hidupnya di masa lalu maupun masa sekarang. Baik pengalaman yang menyenangkan dan menyedihkan

Tujuan logoterapi

Logoterapi bertujuan agar pasien dapat menemukan makna hidup dari kehidupannya sehingga bisa terbebas dari masalah-masalah. Secara rinci, tujuan logoterapi adalah sebagai berikut :

  1. Memahami adanya potensi dan sumber daya rohaniah yang ada pada setiap orang tanpa dipengaruhi ras, keyakinan, dan agama.
  2. Menyadari sumber-sumber dan potensi itu sering ditekan, terhambat, diabaikan, dan terlupakan.
  3. Memanfaatkan daya tersebut untuk bangkit dari penderitaan untuk mampu menemukan makna dan menghadapi berbagai rintangan di kehidupan setelahnya.

Peran terapis

Terapis harus mampu mengalami secara subjektif persepsi tentang dunianya. Dia juga harus aktif dalam proses terapeutik untuk memutuskan ketakutan-ketakutan, perasaan-perasaan berdosa dan kecemasan-kecemasan. Terapis terlibat dalam pembukaan pintu diri sendiri maksudnya adalah terapis mampu melepaskan pemikiran, masalah yang membuat pasien merasa tidak bebas secara psikologis. Dengan begitu, pasien akan lebih sadar tentang siapa dirinya dan apa yang harus dia lakukan di masa depannya.

Pengertian dan konsep logoterapi

Kata “Logos” berasal dari bahasa Yunani berarti makna/meaning. Logoterapi beranggapan bahwa makna hidup (the meaning of life) dan hasrat untuk hidup bermakna (the will to meaning) merupakan motivasi utama guna meraih taraf kehidupan bermakna (the meaningful life). Kebermaknaan hidup dapat diartikan sebagai kualitas penghayatan individu terhadap seberapa besar dirinya dapat mengembangkan dan mengaktualisasikan potensi-potensi serta kapasitas yang dimilikinya dan terhadap seberapa jauh dirinya telah mencapai tujuan-tujuan hidupnya dalam memberi makna kepada kehidupannya.

Logoterapi mengajarkan bahwa manusia harus dipandang sebagai kesatuan raga, jiwa, dan rohani yang tak terpisahkan. Selain itu, logoterapi memusatkan perhatian pada kualitas-kualitas insani seperti hasrat untuk hidup bermakna, hati nurani, kreativitas, rasa humor dan memanfaatkan kualitas itu dalam bidang pendidikan, terapi dan pengembangan kesehatan mental.

Inti ajaran logoterapi :

  • HIdup itu bermakna dalam kondisi apapun sekalipun dalam kesedihan.
  • Manusia memiliki kehendak hidup bermakna yang menjadi motivasi utama dalam menjadi manusia dan tercipta rasa bahagia bila telah memenuhinya.
  • Kita memiliki kebebasan untuk menemukan makna hidup kita.

Konsep utama yang menjadi dasar filosofis untuk meraih kebermaknaan hidup ada 3, yaitu kebebasan berkehendak (freedom of will), keinginan akan makna (will to meaning) dan makna hidup (meaning of life). Ketiga konsep tersebut saling mengikat datu sama lainnya sebagai suatu rangkaian mendasar.

Sumber makna hidup

  • Nilai – nilai kreatif/daya cipta

Diwujudkan dalam aktivitas kreatif dan produktif. Makanya lebih terletak pada sikap dan cara kerja yang melibatkan pribadi (dedikasi, cinta kerja, dan kesungguhan) pada pekerjaannya. Individu yang menghayati makna dari karyanya akan menghasilkan karya dengan kualitas terbaik sekaligus memberikan makna.

  • Nilai penghayatan

Memahami, menghayati, meyakini berbagai nilai yang ada dalam kehidupan seperti nilai kebenaran, keindahan, kasih saying, kebajikan dan keimanan.

  • Nilai bersikap

Mengambil sikap yang tepat terhada kondisi-kondisi yang tidak dapat diubah atau peristiwa-peristiwa tragis yang telah terjadi dan tidak dapat dihindari lagi. Yang dapat diubah dalam hal ini adalah sikap, bukan peristiwa-peristiwa tragisnya. Dalam mengabil sikap yang teapt, beban tragis itu berkurang bahkan bisa menimbulkan makna yang berarti atau menjadi hikmah.

  • Akibat kegagalan pencapaian kebermaknaan hidup

Salah satu sndrom yang muncul pada masyarakat modern adalah sindrom ketidakbermaknaan. Tahap awal adalah frustasi eksistensial/kehampaan eksistensial yaitu sebuah fenomena umum yang berkaitan dengan kegagalan individu dalam memenuhi keinginan akan makna. Frustasi eksistensial adalah suatu penderitaan batin yang berkaitan dengan ketidakmampuan individu untuk menyesuaikan diri dan mengatasi masalah personal secara efisien.

Tahap keduanya adalah neurosis noogenik yaitu sebuah manifestasi khusus dari frustasi eksistensial yang dapat berupa tampilan simtomatik neurosis psikogenik seperti depresi, hiperseksualitas, alkoholisme, dan tindak kejahatan yang lainnya.

Tahap-tahap terapi :

Ada empat tahap utama didalam proses konseling logterapi diantaranya adalah:
1. Tahap perkenalan dan pembinaan rapport. pada tahap ini, terapis menciptakan suasana yang nyaman sambil melakukan pembinaan rapport yang makin lama makin membuka peluang untuk sebuah encounter. Encounter adalah penghargaan kepada sesama manusia, ketulusan hati, dan pelayanan.
2. Tahap pengungkapan dan penjajagan masalah.Terapis membuka dialog mengenai masalah yang dihadapi pasien. Dalam logoterapi, pasien sejak awal diarahkan untuk menghadapi masalah sebagai kenyataan.
3. Tahap pembahasan bersama. Terapis dan pasien bersama-sama membahas dan menyamakan persepsi atas masalah yang dihadapi. Tujuannya untuk menemukan arti hidup meskipun hal yang menyedihkan.
4. Tahap evaluasi dan penyimpulan. Pemberian interpretasi atas informasi yang diperoleh sebagai bahan untuk tahap selanjutnya, yaitu perubahan sikap dan perilaku pasien. Pada tahap-tahap ini tercakup modifikasi sikap, orientasi terhadap makna hidup, penemuan dan pemenuhan makna, dan pengurangan symptom.

Teknik-teknik

  • Paradoxial Intention

Teknik ini memanfaatkan kemampuan insani dalam mengambil jarak dan kemampuan mengambil sikap terhadap keadaan diri sendiri dan lingkungannya. Selian itu, teknik ini memanfaatkan rasa humor. Pasien diminta menyadai pola keluhannya, megambil jarak pada keluhannya itu dan menanggapi sendiri secara humoris. Teknik ini berusaha mengubah sikap takut menjadi akrab dengan pendekatan humor.

  • Dereflection

Teknik ini memanfaatkan kemampuan transendensi diri ini seseorang berupaya untuk keluar dan membebaskan diri dari kondisinyakeluhannya. Ia lebih mengeluarkan perhatiannya pada hal yang positif, bermanfaat dan bermakna bagi dirinya lalu merealisasikannya.  Teknik ini berusaha mengubah sikap yang terlalu memperhatikan diri sendiri menjadi melakukan komitmen untuk melakukan sesuatu yang penting bagi dirinya.

  • Medical Ministry (Bimbingan rohani)

Roh manusia akan tetap sehat selama ia tetap sadar akan tanggung jawabnya. Tanggung jawab yang dimaksud adalah tanggung jawab merealisasikan nilai-nila, termasuk nilai – nilai yang ditemu individu. Melalui teknik bimbingan rohani, pasien yang menderita didorong kea rah sikap yang positif terhadap penderitaannya sehingga ia bisa menemukan makna hidupnya dari penderitaan tersebut. Misalnya pasien meninjau masalahnya dari segi seni, agama, dan sebagainya.

Metode-metode menemukan hidup

  • Pemahaman diri
  • Bertindak positif
  • Pengakraban hubungan
  • Pendalaman trinilai
  • Ibadah

Sumber :

Bastaman, H. D. (1996). Meraih hidup bermakna. Jakarta : Paramadina

http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI_PEND_DAN_BIMBINGAN/195901101984032-EUIS_FARIDA/makalah_logoterapi_bk_keluarga.pdf

http://wardalisa.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/26405/Materi+10+-+TeoriKepribadianEmilFrankl.pdf

Koeswara, E. (1992). Logoterapi psikoterapi Victor E. Frankl. Yogyakarta : Kanisius

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: