Terapi Analisis Transaksional

Terapi analisis transaksional merupakan karya besar Eric Berne yang merupakan seorang ahli di bidang psikologi dari kelompok humanism. Ia mulai mengembangkan analisis transaksional ini ketika bertugas dalam Dinas Militer Amerika Serikat diminta membuka program terapi kelompok bagi para serdadu yang mendapat gangguan emosional sebagai akibat Perang Dunia ke-2. Terapi ini sangat popular dan digunakan hampir di semua bidang ilmu perilaku dan menjadi teori komunikasi antarpribadi yang mendasar. Kata transaksi mengacu pada proses pertukaran dalam suatu hubungan. Yang ditukar adalah pesan-pesan verbal dan nonverbal. Teknik ini dapat digunakan dalam terapi individual maupun kelompok. Terapi berfokus pada putusan-putusan awal yang dibuat pasien dan menekankan kemampuannya untuk membuat putusan baru. Menekankan aspek-aspek kognitif rasional behavioral dan berorientasi pada peningkatan kesadaran sehingga akan mampu membuat keputusan-keputusan baru dan mengubah cara hidupnya.

 

Asumsi

Orang-orang bisa belajar mempercayai diri sendiri berfikir dan memustuskan untuk diri sendiri dan mengungkapkan perasaan-perasaannya. Pada dasarnya, manusia memiliki keinginan untuk memperoleh sentuhan. Yang menjadi kepribadian seseorang adalah bagaimana individu memperoleh sentuhan melalui transaksi/pertukaran. Kepribadian seseorang terbentuk dari hidupnya sejak usia muda.

 

Tujuan Terapi

Mengkaji secara mendalam proses transaksi yaitu siapa yang terlibat dan pesan apa yang dipertukarkan.

Dalam diri setiap manusia, seperti dikutip Collins (1983), memiliki tiga status ego.

Sikap dasar ego yang mengacu pada

  • sikap orangtua (Parent= P. exteropsychic);
  • sikap orang dewasa (Adult=A. neopsychic);
  • dan ego anak (Child = C, arheopsychic).

Ketiga sikap tersebut dimiliki setiap orang (baik dewasa, anak-anak, maupun orangtua). Sikap orangtua yang diwakili dalam perilaku dapat terlihat dan terdengar dari tindakan maupun tutur kata ataupun ucapan-ucapan­nya. Seperti tindakan menasihati orang lain, memberikan hiburan, menguatkan perasaan, memberikan pertimbangan, membantu, melindungi, mendorong untuk berbuat baik adalah sikap yang nurturing parent (NP). Sebaliknya ada pula sikap orang tua yang suka menghardik, membentuk, menghukum, berprasangka, me­larang, semuanya disebut dengan sikap yang critical parent (CP). Setiap orang juga menurut Berne memiliki sikap orang dewasa. Sikap orang dewasa umumnya pragmatis dan realitas. Mengambil kesimpulan, keputusan berdasarkan fakta-fakta yang ada. Suka bertanya, mencari atau menunjukkan fakta-fakta, ber­sifat rasional dan tidak emosional, bersifat objektif dan sebagainya

Berne mengajukan tiga jenis transaksi antarpribadi yaitu:

  • Transaksi komplementer

Jenis transaksi ini merupakan jenis terbaik dalam komunikasi antarpribadi karena ter­jadi kesamaan makna terhadap pesan yang mereka pertukarkan, pesan yang satu dilengkapi oleh pesan yang lain meskipun dalam jenis sikap ego yang berbeda. Transaksi komplementer terjadi antara dua sikap yang sama, sikap dewasa. Transaksi terjadi antara dua sikap yang berbeda namun komplementer. Kedua sikap itu adalah sikap orang tua dan sikap anak-anak. Komunikasi antarpribadi dapat dilanjutkan manakala terjadi tran­saksi yang bersifat komplementer karena di antara mereka dapat memahami pesan yang sama dalam suatu makna.

  • Transaksi silang

Terjadi manakala pesan yang dikirimkan komunikator  tidak mendapat respons sewajarnya dari komunikan. Akibat dari transaksi silang adalah terputusnya komunikasi antarpribadi karena kesalahan dalam memberikan makna pesan. Komunikator tidak menghendaki jawaban demikian, terjadi kesalah­pahaman sehingga kadang-kadang orang beralih ke tema pembicaraan lain.

  • Transaksi ter­sembunyi

Jika terjadi campuran beberapa sikap di antara komunikator dengan komunikan sehingga salah satu sikap menyembunyikan sikap yang lainnya. Sikap tersembunyi ini sebenarnya yang ingin mendapatkan respons tetapi ditanggap lain oleh si penerima. Bentuk-bentuk transaksi tersembunyi bisa terjadi jika ada 3 atau 4 sikap dasar dari mereka yang terlibat dalam komunikasi antar­pribadi namun yang diungkapkan hanya 2 sikap saja sedangkan 1 atau 2 lainnya ter­sembunyi. Transaksi tersembunyi 1 segi (angular) yaitu jika terjadi 3 sikap dasar sedangkan yang lainnya di­sembunyikan. Kalau yang terjadi ada 4 sikap dasar dan yang disembunyikan 2 sikap dasar disebut dengan dupleks.

Berne juga mengajukan rekomendasinya untuk posisi dasar seseorang jika berkomunikasi antarpribadi secara efektif dengan orang lain.

Ada empat posisi yaitu :

  • Saya OK, kamu OK (I’m OK., you’re OK)
  • Saya OK, kamu tidak OK (I’m OK, you’re not OK)
  • Saya tidak OK, kamu OK (I’m not OK, yo/ire OK)
  • Saya tidak OK, kamu tidak OK (I’m not OK, you’re not OK).

Sumber :

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Sugiyanto,%20M.Pd./14.%20Bahan%20Ajar%2010%20konseling%20eric%20berne.PDF

http://www.academia.edu/7216556/Konseling_Analisis_Transaksional

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: